BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    MENDAG : EKSPOR ACEH TEMBUS 59,60 JUTA DOLAR, SUMBAR NAIK 27,64 PERSEN

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    12 February 2026

    04241082

    IQPlus, (12/2) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut kinerja ekspor di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.

    Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, nilai ekspor pada November 2025 untuk Provinsi Aceh tercatat sebesar 58,28 juta dolar AS atau tumbuh 20,16 persen secara bulanan dibandingkan bulan sebelumnya.

    Kinerja tersebut kembali meningkat pada Desember 2025 menjadi 59,60 juta dolar AS atau naik 2,42 persen.

    "Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun bencana alam berdampak pada distribusi dan logistik di sejumlah wilayah, secara agregat ekspornya Aceh mampu pulih relatif cepat," kata Budi.

    Pada Provinsi Sumatera Barat, ekspor sepanjang 2025 tumbuh 27,64 persen secara tahunan, dari 2,18 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 2,78 miliar dolar AS pada 2025.

    Secara bulanan, ekspor Sumatera Barat sempat turun tajam pada November 2025 sebesar 52,56 persen. Namun, kinerja tersebut berbalik pulih kuat pada Desember 2025 dengan lonjakan 174,15 persen.

    Angka ini berbeda dibandingkan pola November-Desember 2024 yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 9,66 persen dan 21,20 persen.

    "Perbedaan pola ini menegaskan, bencana alam menjadi faktor utama yang memperdalam pelemahan ekspor pada November 2025, meskipun secara keseluruhan daya pulih ekspor Sumatera Barat tetap terjaga dengan baik," jelasnya.

    Sementara itu, Provinsi Sumatera Utara mencatat nilai ekspor sebesar 12,56 miliar dolar AS sepanjang 2025 atau tumbuh 17,84 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 10,66 miliar dolar AS.

    Kinerja ekspor Sumatera Utara sempat tertekan pada November 2025 dengan penurunan 25,98 persen akibat gangguan logistik dan produksi. Namun, ekspor kembali meningkat pada Desember 2025 dengan pertumbuhan 18,89 persen. (end/ant)