MENDAG: ALTERNATIF IMPOR PLASTIK DISIAPKAN JAGA STABILITAS HARGA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
16 April 2026
10554839
IQPlus, (16/4) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pemerintah tengah mencari berbagai alternatif negara pemasok bahan baku plastik guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri di tengah tekanan rantai pasok global.
Budi menjelaskan, selama ini bahan baku utama biji plastik berupa nafta banyak dipasok dari kawasan Timur Tengah. Namun, kondisi global membuat pengapalan menjadi lebih panjang dan kompetisi antarnegara untuk memperoleh bahan tersebut semakin ketat.
"Jadi memang plastik itu, bahan bakunya untuk biji plastik itu kan selama ini, nafta itu dari Timur Tengah. Sekarang kita sudah dapat alternatif dari Afrika, India, dan Amerika," ujar Budi di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, gangguan logistik global menyebabkan distribusi bahan baku menjadi lebih lambat. Di saat yang sama, banyak negara juga berebut pasokan nafta sehingga mempengaruhi ketersediaan bahan baku plastik dunia.
Selain itu, ia menyebut sejumlah negara produsen plastik kini lebih memprioritaskan kebutuhan domestik. Banyak perusahaan besar di Taiwan, Thailand, hingga Korea Selatan mengutamakan pasar dalam negeri sehingga suplai ekspor global ikut berkurang.
Pemerintah saat ini memprioritaskan stabilisasi harga plastik melalui penguatan pasokan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berkoordinasi dengan pelaku industri serta perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membuka akses ke pemasok bahan baku plastik yang baru.
Budi juga menyebut kenaikan harga plastik belum mempengaruhi harga komoditas di pasar secara signifikan.
"Kita fokus bagaimana plastik itu menjadi murah. Kan kuncinya kalau plastik murah yang lain juga murah. Tapi secara umum sebenarnya belum ada peningkatan yang signifikan ya," jelasnya.(end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
