BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MEJA BUKA SUARA SOAL ISU FAKTA MATERIAL DAN RENCANA AKUISISI

Terbit Pada

20 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 18-08-2026, 09:30:am

23156796

IQPlus, (20/8) - PT Harta Djaya Karya Tbk (kode emiten: MEJA) menyampaikan klarifikasi resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dengan potensi informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan serta keputusan investasi para pemodal. Penjelasan tersebut disampaikan Manajemen Perseroan melalui surat resmi bertanggal 19 Agustus 2026.

Surat yang ditandatangani oleh Corporate Secretary PT Harta Djaya Karya Tbk, Habibah Jannah, merupakan tanggapan atas surat konfirmasi dari BEI bernomor S-10817/BEI.PP3/08-2026 yang dilayangkan pada 18 Agustus 2026.

Dalam keterangannya, Habibah menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material penting yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi nilai maupun harga efek perseroan. Hal ini mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 31/POJK.04/2015 serta Peraturan BEI Nomor I-E.

"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi nilai Efek Perseroan dan/atau keputusan investasi pemodal," jelas Habibah dalam dokumen keterbukaan informasi tersebut.

Selain membantah adanya fakta material tersembunyi, Manajemen MEJA juga menepis adanya aktivitas mencurigakan dari pemegang saham utama maupun pengendali.

Berdasarkan konfirmasi internal yang telah dilakukan kepada pengendali perusahaan, perseroan memastikan hingga saat ini tidak terdapat rencana perubahan kepemilikan saham di MEJA yang perlu dilaporkan ke publik di luar ketentuan yang berlaku.

Terkait dengan agenda aksi korporasi dalam jangka pendek atau setidaknya tiga bulan mendatang, pihak manajemen menyatakan tetap berfokus pada agenda bisnis yang sebelumnya telah diumumkan.

"Perseroan memiliki rencana tindakan korporasi sebagaimana yang telah diungkapkan kepada publik, antara lain rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa," tambah Habibah. (end)