LABA BERSIH SSMS NAIK 41,6% JADI RP1,16 TRILIUN PADA 2025
Share via
Terbit Pada
01 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 09:21:am
09035207
IQPlus, (1/4) - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dengan capaian kinerja yang sangat positif. Emiten perkebunan kelapa sawit ini berhasil membukukan lonjakan pendapatan signifikan yang mendorong pertumbuhan laba bersih tahun berjalan.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, SSMS mencatatkan pertumbuhan pada pos-pos utama keuangannya. Perseroan meraih pendapatan sebesar Rp14,81 triliun, tumbuh 42,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp10,37 triliun.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba bruto meningkat 57,8 persen menjadi Rp5,17 triliun dari sebelumnya Rp3,28 triliun.
SSMS sukses mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp1,20 triliun, naik 42,4 perse dibandingkan perolehan tahun 2024 sebesar Rp844,69 miliar.
Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk mencapai Rp1,16 triliun, meningkat 41,6 persen dari Rp819,53 miliar pada periode tahun 2024 lalu.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba per saham dasar (earnings per share) naik menjadi Rp121,86 dari sebelumnya Rp86,04 pada tahun 2024.
Kualitas Aset dan Posisi Keuangan
Perseroan juga menunjukkan perubahan signifikan pada struktur posisi keuangan, yang dipengaruhi oleh aktivitas akuisisi anak usaha baru (PT Sawit Mandiri Lestari) selama tahun 2025.
Total Aset emiten sawit ini mengalami kenaikan sebesar 14,4 persen menjadi Rp13,58 triliun dari Rp11,87 triliun di akhir tahun 2024. Total liabilitas meningkat menjadi Rp10,64 triliun, naik 18,4 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp8,99 triliun. Hal ini terutama didorong oleh kenaikan utang bank jangka panjang.
Adapun total ekuitas perseroan tumbuh tipis 1,9% menjadi Rp2,94 triliun dibandingkan Rp2,88 triliun pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, posisi kas dan setara kas akhir tahun mengalami penurunan sebesar 25,9% menjadi Rp874,06 miliar dari posisi awal Rp1,18 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk aktivitas investasi, termasuk akuisisi entitas anak.(end)
Riset Terkait
Berita Terkait
