INDONESIA DAN KAZAKHSTAN PERKUAT KERJA SAMA INDUSTRI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 July 2026
19059748
IQPlus, (10/7) - Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026, lebih dari sekedar keikutsertaan dalam sebuah pameran internasional, momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperluas diplomasi industri, memperkuat rantai pasok global, serta membuka peluang investasi dan kolaborasi teknologi.
Pada rangkaian kegiatan di INNOPROM 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Industri dan Konstruksi Republik Kazakhstan Ersaiyn , dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Kazakhstan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama industri untuk memperkuat kemitraan kedua negara.
"Indonesia memandang Kazakhstan sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tengah dan Eurasia, sekaligus sebagai pintu masuk yang potensial bagi produk industri Indonesia ke pasar Eurasia yang lebih luas. Kami berharap momentum tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Menperin saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Industri dan Konstruksi Republik Kazakhstan Ersaiyn di Yekaterinburg, Rusia pada Selasa (7/7).
Hubungan ekonomi Indonesia dan Kazakhstan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Pada tahun 2025, total perdagangan nonmigas kedua negara mencapai USD 172,2 juta. Sementara itu, pada periode Januari-April 2026, total perdagangan meningkat 62,51 persen menjadi USD 138 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai ekspor Indonesia ke Kazakhstan juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, ekspor Indonesia mencapai USD 114,4 juta atau meningkat 26,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk ekspor utama Indonesia ke Kazakhstan meliputi elektronika, permesinan, tembakau, minyak sawit dan turunannya, serta alas kaki. Adapun Indonesia mengimpor besi dan baja, seng, bahan kimia, serta kapas dari Kazakhstan.
Menurut Menperin, struktur perdagangan kedua negara yang saling melengkapi menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama industri, investasi, dan pengembangan rantai pasok di masa mendatang. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas tindak lanjut hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) Kedua Indonesia-Kazakhstan yang diselenggarakan pada 11 Mei 2026 di Astana.
Forum tersebut menjadi momentum penting untuk mengaktifkan kembali mekanisme kerja sama bilateral sekaligus memperkuat implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang saat ini tengah memasuki proses ratifikasi.
Melalui forum tersebut, Indonesia dan Kazakhstan membahas berbagai sektor prioritas, antara lain perdagangan, investasi, energi, mineral, ketahanan pangan, transformasi digital, dan kecerdasan artifisial. Indonesia juga mendorong peningkatan akses pasar bagi berbagai produk unggulan nasional, termasuk minyak sawit dan turunannya, peralatan listrik dan mekanik, alas kaki, produk berbasis karet, serta produk makanan olahan.
Menperin menyambut baik penandatanganan I-EAEU FTA pada 21 Desember 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dan industri antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU), termasuk Kazakhstan. Perjanjian tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama industri kedua negara setelah proses ratifikasi selesai dilaksanakan.
Selain membahas kerja sama bilateral, kedua menteri juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan INNOPROM 2026 sebagai platform strategis untuk memperkuat kemitraan industri, investasi, dan teknologi. Sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026, Indonesia berkomitmen memperluas kerja sama ekonomi dan industri dengan negara-negara Eurasia, termasuk Kazakhstan.
Melalui Paviliun Indonesia, Kementerian Perindustrian menampilkan berbagai produk unggulan industri manufaktur nasional serta potensi investasi dari berbagai sektor strategis. Indonesia juga mengundang pemerintah dan pelaku industri Kazakhstan untuk menjajaki peluang kemitraan dengan perusahaan-perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia dan Kazakhstan menandatangani MoU tentang kerja sama industri sebagai salah satu hasil konkret pertemuan bilateral kedua negara. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama dalam eksplorasi dan implementasi proyek investasi bersama pada industri mesin, industri otomotif, industri barang jadi dan sektor industri terkait lainnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
