HARGA MINYAK ANJLOK USAI KEKALAHAN PARTAI REPUBLIK
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
04 November 2026
30825006
IQPlus, (5/11) - Harga minyak turun lebih dari 8 persen ke level terendah dalam lebih dari dua bulan pada hari Rabu (4 November), setelah Partai Republik yang mengusung Presiden Donald Trump kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu. Para investor berspekulasi bahwa pergeseran kekuasaan ini dapat mempercepat berakhirnya ketegangan antara AS-Israel dengan Iran.
Harga minyak mentah Brent ditutup turun US$8,98, atau 8,7 persen, menjadi US$94,62 per barel, sementara harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), turun US$7,97, atau 8,3 persen, menjadi US$88,12 per barel. Kedua acuan harga tersebut ditutup pada level terendah sejak 31 Agustus.
Trump kini dihadapkan pada pilihan antara menempuh jalan negosiasi atau mengambil risiko eskalasi yang lebih besar. Menurut dua sumber yang dekat dengan kalangan pemerintah di negara-negara Teluk, posisi Trump yang melemah dengan Kongres yang kini dikuasai Partai Demokrat dan mampu membatasi opsi militernya memberikan dorongan lebih kuat baginya untuk mencari kesepakatan. Mereka menambahkan bahwa kemungkinan terjadinya serangan skala penuh terhadap Iran kini tampak semakin kecil.
Namun, menurut para analis kawasan Teluk, sebuah kesepakatan yang memungkinkan Iran mengeklaim kemenangan telak sekaligus membuat Trump tampak kalah dapat memicu tindakan gegabah, sama besarnya dengan kemungkinan terciptanya sikap menahan diri.
Pada hari Selasa, Trump menyampaikan kepada Financial Times bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk menyerang Iran. Kemudian pada hari Rabu, ia mengakui bahwa isu perang dengan Iran turut berperan dalam kekalahan telak partainya pada pemilihan umum sela, di mana Partai Demokrat berhasil menguasai Dewan Perwakilan Rakyat maupun Senat.
"Kendali Partai Demokrat atas Kongres dapat memperketat pengeluaran militer AS di Timur Tengah, sekaligus meningkatkan peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat," ujar Dennis Kissler, wakil presiden senior bidang perdagangan di perusahaan jasa keuangan AS, BOK Financial. Ia menambahkan bahwa peningkatan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah, ditambah dengan pernyataan Trump bahwa ia tidak berencana menyerang Iran dalam waktu dekat, turut memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah.
Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Rabu menjauhkan diri dari keputusan untuk terjun ke dalam perang; ia mempertanyakan nilai dari keputusan tersebut dan menyalahkan sepenuhnya langkah itu sebagai penyebab kekalahan telak dalam pemilu, yang mengakibatkan kendali Kongres beralih ke tangan Partai Demokrat.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa permusuhan AS akan terus berlanjut, terlepas dari partai mana pun yang sedang berkuasa. Kelompok Houthi di Yaman mengeklaim telah menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Belum ada konfirmasi dari pihak berwenang Arab Saudi. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
