GENJOT LIKUIDITAS, RDTX GELAR STOCK SPLIT DENGAN RASIO 1:20
Share via
Terbit Pada
13 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-10-2026, 12:36:am
28536632
IQPlus, (13/10) - PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:20. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus memperluas basis pemegang saham di pasar modal.
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi perseroan, aksi korporasi ini dilatarbelakangi oleh harga saham RDTX yang dinilai telah meningkat terlalu tinggi. Kondisi tersebut membuat nilai per lembar sahamnya menjadi kurang terjangkau bagi investor publik, khususnya dari kalangan investor ritel.
Dengan penerapan rasio 1:20, setiap 1 (satu) saham lama bernilai nominal Rp500 per saham akan dipecah menjadi 20 saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik serta keterjangkauan saham perseroan di pasar reguler.
Pelaksanaan pemecahan saham ini otomatis akan mengubah struktur jumlah saham yang beredar pada perseroan. Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh yang semula berjumlah 268.800.000 saham akan melonjak menjadi 5.376.000.000 saham, sedangkan total modal dasar naik dari 560.000.000 saham menjadi 11.200.000.000 saham.
Rencana aksi korporasi emiten properti ini telah mengantongi persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia melalui Surat No. S-11497/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 9 September 2026. Meski demikian, perseroan tetap diwajibkan untuk memperoleh persetujuan dari para pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB perseroan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 4 November 2026, bertempat di RDTX Square, Jakarta Selatan, serta diselenggarakan secara elektronik melalui platform eASY.KSEI. Adapun pemegang saham yang berhak hadir dan memberikan suara adalah mereka yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 12 Oktober 2026 hingga pukul 16.15 WIB.
Apabila RUPSLB memberikan persetujuan pada 4 November 2026, perseroan menargetkan pengumuman tata cara stock split dilakukan pada 18 November 2026. Selanjutnya, perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Reguler dan Negosiasi direncanakan mulai berjalan pada 24 November 2026, diikutsertakan dengan distribusi saham baru pada 26 November 2026. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
