GENJOT LIKUIDITAS, CINEMA XXI (CNMA) SIAP DISTRIBUSIKAN SAHAM TREASURI
Share via
Terbit Pada
26 February 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 15-12-2025, 04:30:pm
05658431
IQPlus, (26/2) - Emiten pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Perseroan, mengumumkan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) dengan cara distribusi secara proporsional kepada para pemegang saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 26 Februari 2026, Perseroan akan membagikan sebanyak-banyaknya 1.698.015.400 lembar saham treasuri. Langkah ini diambil menyusul penghentian realisasi buyback yang telah dilakukan sejak 24 Maret 2025 hingga 18 Februari 2026.
Rasio dan Mekanisme Pembagian
Manajemen mengusulkan rasio pembagian sebesar 50:1. Artinya, setiap pemegang 50 lembar saham lama berhak mendapatkan 1 lembar saham hasil pembelian kembali."Pembagian saham hasil pembelian kembali tersebut dilakukan dengan pembulatan ke bawah, dan Perseroan tidak akan membagikan saham atas kepemilikan yang berada di bawah rasio pembagian yang telah ditetapkan," tulis manajemen dalam dokumen tersebut. Adapun harga pelaksanaan ditetapkan berdasarkan nilai buku rata-rata perolehan saham.
Jadwal Pelaksanaan
Rencana besar ini terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 6 April 2026. Jika direstui, berikut adalah jadwal penting bagi investor:
-Cum Date Pasar Reguler & Negosiasi: 14 April 2026
-Ex Date Pasar Reguler & Negosiasi: 16 April 2026
-Recording Date (DPS yang Berhak): 16 April 2026
-Cum Date Pasar Tunai: 16 April 2026
-Ex Date Pasar Tunai: 17 April 2026
-Tanggal Pelaksanaan Distribusi: 6 Mei 2026
Dampak Terhadap Struktur Modal
Pasca-distribusi, jumlah saham yang beredar di masyarakat diprediksi akan meningkat, yang diharapkan dapat memperkuat likuiditas saham di pasar. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak mengubah modal ditempatkan dan disetor, serta tidak berdampak pada laporan laba rugi Perseroan karena merupakan transaksi ekuitas.
Berdasarkan proforma struktur permodalan, kepemilikan publik (Lain-lain) diperkirakan akan meningkat dari 7,96% menjadi 8,12%, sementara porsi saham treasuri akan menyusut tajam dari 2,04% menjadi hanya 0,08%. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
