BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    FITCH RATINGS REVISI OUTLOOK PERINGKAT UTANG RI JADI NEGATIF

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    04 March 2026

    06253681

    IQPlus, (4/3) - Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

    Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB atau layak investasi (investment grade).

    "Fitch Ratings telah merevisi outlook terhadap Indonesia Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating (IDR) ke negatif dari stabil, dan menegaskan peringkat IDR di BBB," tulis laporan Fitch di Jakarta, Rabu.

    Revisi outlook menjadi negatif mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas ketidakpastian kebijakan pemerintah. Fitch menilai sentralisasi pengambilan kebijakan yang semakin kuat berpotensi memengaruhi prospek fiskal jangka menengah, sentimen investor, serta ketahanan eksternal Indonesia.

    Namun, penegasan peringkat di level BBB didukung rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, prospek pertumbuhan jangka menengah yang cukup baik, rasio utang pemerintah terhadap PDB yang relatif moderat, serta cadangan devisa (cadev) yang memadai.

    Ada beberapa indikator kunci yang mendasari proyeksi Fitch.

    Pertama, risiko ketidakpastian kebijakan yang meningkat. Fitch memperkirakan pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit fiskal di bawah batas 3 persen dari PDB. Namun, target ambisius pertumbuhan ekonomi 8 persen dan peningkatan belanja sosial dinilai berpotensi mendorong pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter yang lebih besar.

    Risiko ini antara lain tercermin dari rencana peninjauan Undang-Undang (UU) Keuangan Negara dalam prioritas legislasi 2026. Jika kerangka fiskal, termasuk batas defisit dilonggarkan, maka secara material dinilai dapat melemahkan kredibilitas kebijakan serta meningkatkan ketergantungan pada pembiayaan bank sentral.

    Kedua, tekanan belanja dan penerimaan negara. Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,9 persen dari PDB, sedikit di atas target pemerintah 2,7 persen dan sama dengan proyeksi 2025.

    Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif seiring perlambatan pertumbuhan dan dampak terbatas dari upaya peningkatan kepatuhan pajak.

    Belanja sosial diperkirakan meningkat, termasuk untuk program makan bergizi gratis (MBG) yang diproyeksikan mencapai sekitar 1,3 persen dari PDB.

    Di sisi penerimaan, Fitch memproyeksikan rasio pendapatan pemerintah terhadap PDB rata-rata hanya 13,3 persen pada 2026-2027, jauh di bawah median negara berperingkat BBB sebesar 25,5 persen. (end/ant)