ELNUSA PERKUAT STRATEGI BISNIS UNTUK PERTUMBUHAN INDUSTRI ENERGI
Share via
Terbit Pada
13 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 11-03-2026, 04:11:pm
07153353
IQPlus, (13/3) - PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) yang merupakan perusahaan jasa energi terintegrasi dan bagian dari Subholding Upstream Pertamina terus mendorong pengembangan bisnis guna memanfaatkan peluang yang muncul dari pertumbuhan industri energi nasional.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan kontribusi perusahaan dalam mendukung target produksi minyak dan gas nasional yang diarahkan mencapai 1 juta barel oil per day (BOPD).
Meningkatnya permintaan terhadap layanan sektor hulu migas mendorong Elnusa menerapkan strategi bisnis yang adaptif.
Strategi tersebut difokuskan pada empat pilar utama dalam peningkatan produksi migas, yaitu Routine Work Program, acceleration from Reserve to Production, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta Exploration.
Keempat pendekatan ini dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga kesinambungan produksi migas sekaligus membuka peluang penemuan cadangan energi baru.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo, menjelaskan bahwa pelaksanaan setiap pilar memiliki tantangan tersendiri.
Tantangan tersebut mencakup meningkatnya biaya kegiatan eksplorasi dan produksi, tingginya risiko subsurface yang mempengaruhi peluang penemuan cadangan baru, hingga kebutuhan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas lapangan migas yang telah memasuki fase matang.
"Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang kami miliki, Elnusa menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut. Kami optimistis dapat terus mendukung peningkatan aktivitas industri energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan," ujar Arief.
Dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), Elnusa bekerja sama dengan Pertamina Persero dan Subholding Upstream untuk mengembangkan Chemical EOR (CEOR) serta teknologi Vibroseis EOR.
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan tingkat perolehan minyak dari lapangan migas yang sudah mature.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat pengembangan fasilitas blending serta meningkatkan pemanfaatan material dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor dan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional industri.
Sementara itu, pada upaya percepatan konversi cadangan menjadi produksi, Elnusa menghadirkan solusi operasi berbiaya rendah atau low-cost operation.
Pendekatan ini memungkinkan lapangan yang sebelumnya dianggap kurang ekonomis untuk tetap dapat dikembangkan dan dimonetisasi secara lebih efisien.
Pada routine work program, Elnusa memaksimalkan integrasi lintas lini bisnis melalui layanan workover dan well intervention yang terintegrasi guna menjaga stabilitas produksi lapangan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Strategi bisnis tersebut diperkuat oleh portofolio usaha Elnusa yang tersebar pada tiga segmen utama.
Ketiga segmen tersebut meliputi Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan menunjukkan performa operasional yang solid melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, OCTG, fabrikasi dan konstruksi, marine vessel dan barge, hingga layanan distribusi energi.
Pada lini Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, Elnusa juga mencatat peningkatan signifikan pada volume pengangkutan BBM yang tumbuh lebih dari 22 persen secara tahunan.
Capaian ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan transportasi energi di berbagai wilayah operasional. Selain itu, perusahaan turut memperluas cakupan layanan melalui pengelolaan depot energi, distribusi LPG, pelumas, serta bahan kimia industri.
Di samping memperkuat bisnis inti, Elnusa juga terus mendorong diversifikasi usaha. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan layanan survei seismik untuk sektor non-migas seperti batubara.
Perusahaan juga memperluas pasar internasional melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG), termasuk proyek ekspor ke Aljazair yang dilakukan bersama mitra strategis.
Arief menambahkan bahwa arah pengembangan bisnis tersebut juga tercermin dari capaian kontrak perusahaan sepanjang tahun 2025 yang tetap menunjukkan kekuatan di tengah dinamika industri hingga memasuki tahun 2026.
"Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, serta kebutuhan layanan distribusi energi. Oleh karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, integrasi layanan, serta kolaborasi dengan mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi," tutup Arief. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
