EKONOM: RISIKO INFLASI PANGAN SEPTEMBER DIPERKIRAKAN MODERAT
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 September 2026
24452479
IQPlus, (2/9) - Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian memperkirakan risiko inflasi pangan September 2026 tetap moderat dan selektif dengan cabai rawit serta daging ayam ras sebagai komoditas yang paling perlu diwaspadai.
Menurut Eliza, tekanan harga pangan masih perlu dicermati, tetapi kondisi tersebut belum menunjukkan krisis pasokan secara nasional karena faktor yang memengaruhi setiap komoditas berbeda.
"Perkiraan risiko inflasi pangan September 2026 moderat, bukan krisis pasokan nasional. Tekanan ada, tetapi belum lepas kendali,"kata Eliza di Jakarta, Rabu.
Bank Indonesia (BI) mencatat kelompok pangan bergejolak (volatile food) mengalami inflasi 0,88 persen secara bulanan pada Agustus 2026, setelah pada Juli mengalami deflasi 1,68 persen. Inflasi tersebut terutama disumbang daging ayam ras, cabai rawit, dan beras.
Secara tahunan, inflasi kelompok pangan bergejolak pada Agustus mencapai 4,06 persen, meningkat dari 2,52 persen pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, pada Rabu harga cabai rawit merah rata-rata mencapai Rp82.850 per kilogram (kg) atau naik 11,96 persen, sedangkan daging ayam ras segar Rp42.600 per kg dan beras berkisar Rp14.650-Rp17.850 per kg sesuai kualitas.
Eliza mengingatkan tekanan pada ketiga komoditas itu memiliki karakter berbeda. Menurutnya, daging ayam lebih dipengaruhi perkembangan permintaan dan biaya produksi, cabai rentan terhadap cuaca, sedangkan persoalan beras lebih berkaitan dengan distribusi antardaerah.
"Menyamakan semuanya sebagai dampak kemarau adalah analisis yang terlalu simplifikasi untuk dijadikan dasar kebijakan," ujarnya.
Memasuki September, Eliza menilai cabai rawit menjadi komoditas paling rentan mengalami tekanan harga karena sifatnya yang mudah rusak dan sensitif terhadap kondisi cuaca.
"Komoditas paling rentan di September itu cabai rawit, lalu daging ayam. Cabai mudah rusak, tidak bisa disimpan lama, dan sangat peka cuaca panas. Karena itu harganya bisa naik cepat," katanya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
