BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    EKONOM: PEMERATAAN JADI TANTANGAN MESKI KREDIT TUMBUH KUAT PADA Q1

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    20 April 2026

    10957187

    IQPlus, (20/4) - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman memandang bahwa pemerataan pembiayaan masih menjadi tantangan meski kinerja kredit secara nasional tumbuh kuat pada kuartal I 2026.

    Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkap, pertumbuhan kredit nasional yang mencapai 10,42 persen (yoy) hingga kuartal I tahun ini, ditopang oleh segmen korporasi, komersial, dan konsumer. Namun, kredit UMKM mengalami kontraksi terbatas sebesar 3,57 persen, dengan NPL 4,55 persen pada Maret 2026.

    "Pertumbuhan kredit 10,42 persen (year on year/yoy) pada kuartal I 2026 menunjukkan ekspansi yang masih solid, tetapi belum mencerminkan kualitas pertumbuhan yang merata," katanya di Jakarta, Senin.

    Rizal menyoroti dorongan utama kredit yang berasal dari segmen korporasi, komersial, dan konsumsi, sementara kredit UMKM justru terkontraksi. Artinya, catat dia, hal ini lebih tepat dibaca sebagai pemulihan agregat, bukan penguatan pembiayaan yang inklusif.

    Ia memperkirakan bahwa keberlanjutan tren ini hingga akhir tahun masih terbuka, namun sangat bergantung pada permintaan riil, kualitas aset, dan preferensi risiko perbankan. (end/ant)