BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

DBS UNGKAP STRATEGI INVESTASI HADAPI KETIDAKPASTIAN GLOBAL

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

16 July 2026

19631361

IQPlus, (16/7) - Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu perubahan geopolitik, arah kebijakan suku bunga, serta volatilitas pasar keuangan mendorong investor untuk menerapkan strategi investasi yang lebih terukur. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World yang diselenggarakan Bank DBS Indonesia.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Founder dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, Executive Director Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, para pakar ekonomi, mitra manajer investasi, serta jajaran ahli Bank DBS Indonesia. Diskusi membahas perubahan geopolitik, kebijakan ekonomi global, rantai pasok, hingga prospek ekonomi Indonesia.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan forum tersebut dirancang untuk membantu nasabah private dan priority banking memahami dinamika ekonomi dan geopolitik sehingga mampu mengambil keputusan investasi yang lebih tepat. Menurutnya, berbagai perspektif yang disampaikan diharapkan dapat menjadi panduan dalam pengembangan kekayaan, pengelolaan usaha, hingga perencanaan suksesi keluarga.

Dalam forum tersebut, DBS Chief Investment Office (CIO) menyampaikan rekomendasi alokasi aset untuk kuartal III 2026. Investor disarankan meningkatkan porsi investasi pada saham Asia di luar Jepang, obligasi korporasi negara maju, emas, aset swasta, dan dana lindung nilai (hedge funds).

Sementara itu, posisi investasi pada saham global, Amerika Serikat, Jepang, serta obligasi pemerintah negara maju direkomendasikan tetap netral. Sebaliknya, eksposur terhadap saham Eropa, obligasi pasar berkembang, dan kas disarankan dikurangi.

Menurut DBS CIO, emas masih menjadi instrumen yang menarik sebagai aset diversifikasi dan lindung nilai. Prospek logam mulia tersebut dinilai tetap positif di tengah meningkatnya risiko geopolitik, tekanan inflasi, serta tren dedolarisasi global.

Bank DBS Indonesia menilai peluang investasi pada semester II 2026 masih terbuka meski volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi. Karena itu, investor didorong menjaga disiplin dalam melakukan diversifikasi portofolio agar mampu memanfaatkan peluang di berbagai siklus pasar. (end)