CORE: SUBSTITUSI BAHAN IMPOR OPSI INDUSTRI HADAPI PELEMAHAN RUPIAH
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
19 May 2026
13850690
IQPlus, (19/5) - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai industri dapat mulai mencari dan bermitra dengan pemasok lokal sebagai alternatif pengganti (substitusi) bahan baku impor untuk menghadapi dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Adapun nilai tukar rupiah pada Selasa (19/5) per 11.02 WIB bergerak melemah 60 poin atau 0,34 persen menjadi Rp17.728 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.
"Apa yang harus dilakukan pelaku industri untuk memitigasi dampak? Tentu saja biasanya jadi kalau nilai tukar terus berkurang, (industri) mencari alternatif pasokan dari dalam negeri yang tidak terlalu banyak terdampak karena pelemahan nilai tukar, dan juga melakukan diversifikasi dari rantai pasok," kata Faisal di Jakarta, Selasa.
Faisal menilai, pelemahan nilai rupiah akan berdampak pada meningkatnya biaya produksi, terutama bagi industri yang masih bergantung pada produk atau bahan baku impor seperti industri kimia hingga farmasi.
Selain karena terdapat disrupsi rantai pasok, terdapat juga peningkatan inflasi bahan baku dari negara asal atau pengimpor, serta peningkatan biaya distribusi atau logistik imbas harga minyak dunia yang juga fluktuatif.
"Jadi artinya ada peningkatan beban biaya produksi yang lebih besar. Walaupun tidak seragam antara semua pelaku usaha pelaku industri, tapi tentu saja (peningkatannya) tetap besar," ujar Faisal. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
