BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BRI KANTONGI LABA BERSIH Rp57,13 TRILIUN PADA 2025

    Terbit Pada

    26 February 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 09-02-2026, 10:00:am

    05641959

    IQPlus, (26/2) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir triwulan IV 2025 dengan perolehan laba bersih sepanjang tahun 2025 sebesar Rp57,13 triliun, ditopang oleh perbaikan fundamental dan inisiatif transformasi yang dilakukan perseroan.

    "Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan dengan baik, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan," kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan Triwulan IV 2025 secara daring di Jakarta, Kamis.

    Total aset BRI per akhir 2025 tumbuh sebesar 7,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp2.135 triliun. Adapun penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,3 persen yoy menjadi Rp1.521 triliun dengan fokus penyaluran pada segmen UMKM.

    Hery menyampaikan, pencapaian kredit BRI tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional yang sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 9,6 persen.

    Selanjutnya, dana pihak ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid dengan pertumbuhan sebesar 7,4 persen yoy menjadi sebesar Rp1.467 triliun dengan dana murah atau CASA tumbuh mencapai 12,7 persen yoy.

    Dana murah yang kuat terlihat dari pertumbuhan giro yang mencapai 19,7 persen yoy dan tabungan 7,9 persen yoy. Hal ini mendorong rasio CASA meningkat hingga 70,6 persen, menandakan biaya dana yang semakin efisien.

    Tercatat biaya dana (cost of fund) DPK BRI pada akhir 2025 mengalami penurunan menjadi sebesar 2,9 persen atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 3,1 persen.

    Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin menambahkan bahwa kinerja keuangan dan profitabilitas positif BRI didukung oleh kondisi likuiditas yang memadai.

    Hal tersebut tercemin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) yang berada di level ample sebesar 91,4 persen. Angka ini memberikan ruang bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

    Lebih lanjut, liquidity coverage ratio (LCR) juga terjaga di level 136,9 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 117,7 persen atau jauh di atas ketentuan regulator yaitu 100 persen.

    "Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga atau pendanaan yang lebih optimal," kata Farida. (end/ant)