BP BUMN DUKUNG PEMBANGUNAN EKONOMI RI DAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 April 2026
09151589
IQPlus, (2/4) - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria berkomitmen memperkuat fondasi peran badan usaha milik negara (BUMN) dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia, serta menghadirkan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan.
"BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan," ujar Dony dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Komitmen tersebut ia utarakan dalam rapat bersama pejabat dan pimpinan tinggi Badan Pengaturan BUMN untuk memperkuat fondasi peran BUMN dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat arah kebijakan dan peran strategis BUMN di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Dalam konteks tersebut, BP BUMN mengambil peran sebagai enabler yang mendukung pengembangan talenta, mendorong inovasi, serta memastikan tata kelola yang profesional dan akuntabel.
Penguatan fondasi ini dinilai penting agar BUMN mampu bergerak lebih adaptif, berdaya saing, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat maupun dinamika global.
Komitmen tersebut mencerminkan upaya BP BUMN untuk menghadirkan BUMN yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dengan fondasi kelembagaan yang semakin kokoh, BUMN diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya sebagai katalis ekonomi dan sosial secara lebih optimal.
Pada pelantikan sejumlah pejabat eselon I dan II di Jakarta, Selasa (24/2), Dony mengungkapkan BP BUMN tengah menyiapkan agenda besar restrukturisasi BUMN, termasuk penyederhanaan jumlah entitas.
Ia menyebutkan lebih dari 1.000 entitas BUMN direncanakan disederhanakan menjadi sekitar 200-300 entitas melalui berbagai aksi korporasi, seperti merger, divestasi, likuidasi, dan restrukturisasi, yang dinilainya sebagai restrukturisasi korporasi terbesar yang pernah dilakukan. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
