BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BIDIK PENDAPATAN RP3,74 TRILIUN DI 2026, PKPK ANDALKAN SEKTOR TAMBANG DAN ANGKUTAN LAUT

    Terbit Pada

    26 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 22-05-2026, 04:41:pm

    14537580

    IQPlus, (26/5) - PT Paragon Karya Perkasa Tbk (IDX:PKPK) menetapkan target pertumbuhan bisnis yang agresif untuk tahun buku 2026. Emiten yang bergerak di sektor konstruksi dan pertambangan ini membidik pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp3,74 triliun (Rp3.742,98 miliar). Target tersebut mencerminkan lonjakan tajam sebesar 399,48 persen dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada tahun 2025.

    Dalam Paparan Publik Tahunan yang digelar pada Rabu, 3 Juni 2026, manajemen menjelaskan bahwa penetapan target optimistis ini didasarkan pada dua motor penggerak utama bisnis perseroan di sektor pertambangan batu bara dan ekspansi logistik laut. Kontributor terbesar diproyeksikan berasal dari entitas anak usaha perseroan, PT Tri Oetama Persada (TRIOP), yang telah mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk memproduksi 3.000.000 metrik ton batu bara. Dari volume tersebut, TRIOP ditargetkan mampu menyumbang pendapatan sebesar Rp3,29 triliun (Rp3.292 miliar).

    Selain itu, perseroan juga memperluas portofolio bisnisnya melalui strategi akuisisi entitas anak usaha baru, yakni PT Deli Pratama Angkutan Laut, yang diharapkan akan memberikan tambahan kontribusi pendapatan konsolidasian sebesar Rp450,98 miliar pada tahun ini.

    "Perseroan senantiasa memanfaatkan peluang dan prospek usaha yang ada, khususnya dalam sektor konstruksi, pertambangan, dan angkutan laut dengan memfokuskan pada peningkatan kualitas layanan dan pengembangan pasar di wilayah-wilayah strategis," tulis manajemen dalam dokumen paparan publiknya.

    Target fantastis pada tahun 2026 ini melanjutan tren positif yang berhasil dicatatkan perseroan sepanjang tahun lalu. Sepanjang tahun 2025, PT Paragon Karya Perkasa Tbk sukses membukukan total pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp749,37 miliar. Angka tersebut naik signifikan sebesar 206,09 persen atau bertambah Rp504,55 miliar dari realisasi tahun 2024 yang hanya sebesar Rp244,82 miliar.

    Dari sisi profitabilitas, pertumbuhan pendapatan di tahun 2025 yang diiringi efisiensi biaya berhasil mendongkrak laba tahun berjalan perseroan sebesar 250,88 persen menjadi Rp55,74 miliar, melonjak dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp15,89 miliar.

    Pada operasional tahun 2025, lini bisnis batu bara lewat TRIOP masih menjadi tulang punggung dengan menyumbang 97,73 persen atau setara Rp732,37 miliar dari total pendapatan, melalui volume produksi sebesar 1,09 juta metrik ton.

    Sementara itu, segmen jasa konstruksi perseroan berkontribusi sebesar Rp17 miliar. Melalui kombinasi peningkatan kuota produksi batu bara dan diversifikasi ke industri angkutan laut strategis, manajemen optimistis mampu mempertahankan konsistensi pertumbuhan dan mencapai target kinerja keuangan yang telah ditetapkan untuk sepanjang tahun 2026. (end)