ANCAMAN HANTAVIRUS MENINGKAT, LABS DUKUNG DETEKSI DAN EDUKASI DINI
Share via
Terbit Pada
12 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 12-05-2026, 09:52:am
13137411
IQPlus, (12/5) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menekankan sejauh ini belum ada Hantavirus yang menular antar manusia di Indonesia, seperti yang terlaporkan pada kapal pesiar mewah MV Hondius, yakni jenis Andes virus, berbeda dengan kasus positif di Indonesia didominasi oleh strain Seoul virus.
Kemenkes RI telah menerbitkan SE kewaspadaan terkait kesiapan menghadapi Hantavirus. Setiap kasus suspek dan konfirmasi wajib dilaporkan melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) dan Pelaporan berjenjang ke Dinkes setempat. Pasien suspek segera ditangani sesuai protokol penyakit infeksi zoonotik. Kasus berat dirujuk ke RS rujukan dengan fasilitas perawatan intensif serta menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) standar. Kesiapan untuk laboratorium adalah penguatan kapasitas pemeriksaan rapid test dan PCR.
Beberapa Perusahaan / Penyedia Alat Kesehatan berbasis Rapid / PCR di Indonesia sudah terintegrasi dengan kebutuhan penunjang pemeriksaan diagnostic baik secara mengidentifikasi virus atau bakteri, mulai dari penyakit menular hingga tidak menular. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem alat pemeriksaan kesehatan Indonesia sudah siap 100% dalam mengidentifikasi penyakit-penyakit tertentu.
Salah satunya adalah PT UBC Medical Indonesia (LABS) sebagai penyedia Alat Kesehatan Diagnostik khusus untuk pemeriksaan penyakit menular, seperti HPV, HIV, TB dan lain-lain. LABS sendiri saat ini sedang dalam fase ekspansi yang cukup agresif tercemin pada laporan keuangan tahun 2025 dengan pendapatan yang naik siginifikan serta membukukan laba yang positif dengan terus bertumbuh setiap tahunnya.
PT UBC Medical Indonesia (LABS) merespons kasus Hantavirus ini dengan cepat dan kesiapan untuk bekerjasama dengan beberapa produsen alat kesehatan luar negeri untuk mendistribusikan alat pemeriksaan kesehatan dan reagent khusus untuk penyakit infeksi zoonotik dan aktif melakukan edukasi preventif mengenai penyakit infeksi zoonotik ke masayarakat.
Dr. Yudha menambahkan juga kemungkinan untuk PT UBC Medical Indonesia kedepannya membuat Reagent Pemeriksaan Penyakit Zoonotik ini di dalam negeri melalui anak Perusahaan yaitu PT Esora Medika Indonesia hal ini tentunya demi menekan biaya impor, kurs dollar yang semakin tidak terkendali sehingga dapat meningkatkan margin Perusahaan, dan pada akhirnya manfaat yang dapat LABS berikan adalah harga pemeriksaan diagnostik di Indonesia terjangkau untuk semua kalangan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
