AIRLANGGA : INDIKATOR KATEGORI DESIL BERBASIS EKONOMI DAN DTSEN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
20 August 2026
23146308
IQPlus, (20/8) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan indikator kategori desil dilakukan berbasis survei ekonomi dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Saat ini sedang dilakukan survei ekonomi. Kemarin, khusus untuk desil ekonomi itu basisnya di DTSEN, dan sekarang kebijakan untuk bansos (bantuan sosial itu menggunakan satu data dari DTSEN," kata Menko Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa data bersifat dinamis sehingga perlu ditunggu hasil dari survei ekonomi yang ia sebut sedang dilakukan.
"Sekarang survei ekonomi sedang dilakukan, nanti kita lihat datanya seperti apa. Data, kan sifatnya dinamis. Surveinya sedang dilakukan," ujar Airlangga.
Adapun DTSEN sendiri merupakan basis data pemerintah yang memuat kondisi sosial, ekonomi, serta peringkat kesejahteraan masyarakat.
Data tersebut dibentuk melalui penggabungan sejumlah basis data pemerintah dan kemudian dipadankan dengan data kependudukan. Data juga dapat diperbarui secara berkala agar kondisi masyarakat yang tercatat lebih sesuai dengan keadaan terbaru.
Karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah, posisi desil juga tidak selalu bersifat permanen. Perubahan pekerjaan, kondisi rumah, kepemilikan aset atau faktor sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi pembaruan data.
Sementara itu, pemerintah menggunakan data sosial dan ekonomi untuk menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial atau bansos. Salah satu istilah yang sering muncul dalam proses tersebut adalah desil.
Saat ini, data desil menjadi bagian dari DTSEN. Data tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu basis dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial.
Data Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) mencakup sejumlah variabel, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Artinya, seseorang dengan penghasilan tertentu belum tentu otomatis masuk ke desil tertentu. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga secara keseluruhan ikut diperhitungkan.
Berdasarkan data Cek Bansos Kemensos, desil 1 sampai desil 4 merupakan kelompok yang dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako.
Sementara itu, desil 5 memiliki posisi berbeda. Data resmi Cek Bansos menyebut kelompok desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Adapun desil 6 sampai desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi. Desil 10 berada dalam kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
